Kamis, 30 Oktober 2008

Awan
















Awan

Kelas : IX

BAB : V Atmosfer

Awan ialah gumpalan uap air yang terapung di atmosfera. Awan terlihat seperti asap berwarna putih atau kelabu di langit.

Pembentukan awan berlaku hampir keseluruhannya pada bahagian bawah atmosfera yang dikenali sebagai Troposfera. Awan terbahagi kepada dua kumpulan besar : iaitu yang berbentuk kumulus (cumiliform) dan yang berbentuk berlapis-lapis(stratiform). Saiz, bentuk dan warna awan berubah mengikut kandungan kelembapan dan kesetabilan atmosfera.

Jenis-jenis awan

  1. Stratus
    Letaknya rendah, berwarna abu-abu dan pinggirnya bergerigi dan menghasilkan hujan gerimis salju.
  2. Kumulus
    Letaknya rendah, tidak menyatu / terpisah-pisah. Bagian dasarnya berwarna hitam dan di atasnya putih. Awan ini biasanya menghasilkan hujan
  3. Stratokumulus
    Letaknya rendah, berwarna putih atau keabua-abuan. Bentuknya bergelombang dan tidak membawa hujan.
  4. Kumulonimbus
    Letaknya rendah sperti menara, berwarna putih dan hitam, membawa badai.
  5. Nimbostratus
    Letaknya tidak terlalu tinggi, gelap, lapisannya pekat, bagian bawah bergerigi serta membawa hujan atau salju.
  6. Altostratus
    Ketinggian sedang, awan berwarna keabu-abuan, tipis, mengandung hujan.
  7. Altokumulus
    Ketinggian sedang, putih atau abu-abu, bergulung-gulung atau melingkar seperti makaroni.
  8. Sirus
    Tinggi, putih atau sebagian besar putih seperti sutra tipis, bergaris-garis
  9. Sirostratus
    Tinggi, putih seperti cadar, bisa juga seperi untaian, luas menutupi langit
  10. Sirokumulus
    Tinggi, tebal, putih, terpecah-pecah, mengandung butir-butir es kecil.

Ketinggian Awan

Berikut ini adalah ketinggian jenis awan utama yang diukur dari bagian dasar

  1. Stratus, di bawah 450 m
  2. Kumulus, Stratokumulus dan Kumulonimbus berada di ketinggian 450 - 2000 m
  3. Nimbostratus, 900 - 3000 m
  4. Altostratus dan Altokumulus berada di ketinggian 2000 - 7000m

Sirus, Sirostratus dan Sirokumulus berada di ketinggian 5000 - 13.500 m

Kamis, 13/07/2006 11:03 WIB
Awan Aneh di Bantul Ternyata Awan Cirrus
Bagus Kurniawan - detikNews

Yogyakarta - Heboh awan panjang yang muncul Rabu (12/7/2006) malam ternyata merupakan gejala alam biasa. Awan yang membuat khawatir warga Bantul, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta itu adalah awan tinggi yang sering disebut awan cirrus.

"Awan yang muncul kemarin sore itu adalah kategori awan cirrus. Itu fenomena alam biasa," kata Kepala Sub Seksi Meteo Lanud Adisucipto Yogyakarta, Kapten Sus Subakir kepada wartawan di kantornya, Maguwo Adisucipto, Kamis (13/7/2006).

Menurut dia, setiap memasuki musim kemarau sering muncul cirrus atau awan tinggi dibandingkan awan rendah dan menengah. Awan tersebut berada lebih tinggi dari permukaan bumi dan sering berbentuk seperti garis lintasan horizontal memanjang.

"Terbentuknya awan tinggi itu juga dipengaruhi oleh kecepatan angin yang sangat tinggi di atas. Sedang kalau awan rendah dengan kecepatan angin rendah tidak akan terjadi seperti itu," katanya.

Ditanya mengenai adanya hujan yang turun pada Kamis dinihari hingga pagi di sekitar Yogyakarta, Magelang dan Klaten, dia menambahkan curah hujan yang turun masih rendah dan tidak terlalu lama. Hal ini juga sebuah gejala alam biasa dan saat ini sudah memasuki musim kemarau.(nrl/)


Tidak ada komentar: