Jumat, 31 Oktober 2008

UTS

Kode Soal : 011

Nama : Hasni Meilani

NIM : 0705433

9. Apa hakikat media dalam pembelajaran?

Jawab:

Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan dilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu siswa sebegai pembelajar dan guru sebagai pasilitator. Yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran adalah terjadinya proses belajar. Sebab sesuatu dikatakan hasil belajar kalau memenuhi beberapa syarat berikut

- belar sifatnya disadari, dalam hal ini siswa merasa dirinya sedang belajar

- hasil belajar diperoleh dengan adanya proses, dalam hal ini pengetahuan di peroleh secara bertahap.

- Belajar membutuhkan interaksi, khususnya interaksi yang sifatnya manusiawi

Dalam kaitan bahwa belajar membutuhkan intraksi, hal ini menunjukan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi, artinya di dalamnya terjadi peroses penyampaian pesan dari seseorang (sumber pesan) pada seseorang atau sekelompok orang (penerima pesan). Pesan yang dikirimkan biasanya berupa informasi atau keterangan dari pengirim pesan, pesan tersebut di ubah dalam bentuk sandi-sandi atau lambang seprti kata-kata melalui saluran dan diterima oleh si penerima pesan melalui indra.

Kata “media” berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar. Akan tetapi sekarang kata tersebut digunakan, baik untuk bentuk jamak maupun mufrad. Kemudian telah banyak pakar dan juga organisasi yang memberikan batasan mengenai pengertian media. Beberapa diantaranya mengemukakan bahwa media adalah sebagai berikut

O Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Jadi media adalah perluasan dari guru (Schram, 1977).

O Sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya (NEA, 1969).

O Alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar (Briggs, 1970).

O Segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran pesan (AECT, 1977).

O Berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar (Gagne, 1970).

O Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar (Miarso, 1989).

Menurut Heinich, (1993) media merupakan alat saluran komunikasi. Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata "medium" yang secara harfiah berarti "perantara" yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Heinich mencontohkan media ini seperti film, televisi, diagram, bahan tercetak (printed materials), komputer, dan instruktur. Contoh media tersebut bisa dipertimbangkan sebagai media pembelajaran jika membawa pesan-pesan (messages) dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Heinich juga mengaitkan hubungan antara media dengan pesan dan metode (methods). lihat informasi lengkap mengenai konsep media.

Kontribusi media pembelajaran menurut Kemp dan Dayton, 1985 :

1. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar

2. Pembelajaran dapat lebih menarik

3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar

4. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek

5. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan

6. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan

7. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan

8. Peran guru berubahan kearah positif.

10. Bagaimana mendesain media pembelajaran agar proses pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan bagi warga belajar?

Jawab:

Media merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Melalui media proses pembelajaran bisa lebih menarik dan menyenangkan (joyfull learning), misalnya siswa yang memiliki ketertarikan terhadap warna maka dapat diberikan media dengan warna yang menarik. Begitu juga halnya dengan siswa yang senang berkreasi selalu ingin menciptakan bentuk atau objek yang diinginkannya, siswa tersebut dapat diberikan media yang sesuai, seperti plastisin, media balok bangun ruang, atau diberikan media gambar lengkap dengan catnya. Dengan menggunakan media berteknologi seperti halnya komputer, amat membantu siswa dalam belajar, seperti belajar berhitung, membaca dan memperkaya pengetahuan.

Program permainan (games) pada komputer banyak yang berisi tentang pembelajaran yang dikemas sangat menyenangkan buat siswa, sehingga siswa seolah tidak merasa sedang belajar.

Keberhasilan penggunaan media, tidak terlepas dari bagaimana media itu direncanakan dengan baik. Media yang dapat mengubah perilaku siswa (behaviour change) dan meningkatkan hasil belajar siswa tertentu, tidak dapat berlangsung secara spontanitas, namun diperlukan analisis yang komprehensif dengan memperhatikan berbagai aspek yang dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Aspek-aspek tersebut diantaranya tujuan, kondisi siswa, fasilitas pendukung, waktu yang tersedia dan kemampuan guru untuk menggunakannya dengan tepat. Semua aspek tersebut perlu dituangkan dalam sebuah perencanaan pembuatan media. Dengan demikian, pelajarilah BBM ini dengan cermat sehingga Anda mampu merancang media dengan baik sehingga pada akhirnya akan mampu meningkatkan mutu pembelajaran.

tahap-tahap yang dilalui dalam mendesain suatu media pembelajaran yaitu:

Tahap Define yaitu fase perumusan tujuan, rangcangan media yang akan dikembangkan, persiapan awal dalam perancangan media yang menyangkut: bahan, materi, dana, serta aspek perancangan lainnya.

Tahap Develope yaitu fase pengembangan, dalam fase ini sudah dimulai proses pembuatan media yang akan dikembangkan, sesuai dengan fase pertama.

Tahap Evaluasi yaitu fase terakhir untuk menilai media yang sudah dikembangkan atau dibuat, setelah melalui tahap uji coba, revisi, kajian dengan pihak lain.

Semua fase tersebut berlangsung secara simultant atau berkesinambungan dan merupakan satu siklus seperti gambar berikut :

Define

Devlope

Evaluasi

Tujuan bahan, materi, Dana

Penilaian, Uji coba, Revisi

Proses pembuatan media

11. Apa yang dimaksud naskah media dan bagaimana cara membuatnya?

Jawab:

GBPM merupakan petunjuk yang dijadikan pedoman oleh para penulis naskah di dalam penulisan naskah program media. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari sajian media ini antara lain, adalah :

· Terjadinya persamaan persepsi

· Effisien : tidak memerlukan penjelasan yang panjang

· Effektif : sampai ke sasaran

· Motivatif dan rekreatif

Berdasarkan hasil telaah yang dilakukan, topic-topik yang sudah teridentifikasi dimasukan ke dalam topic-topik GBPM berikut TPU (Tujuan Pembelajaran Umum) dan TPK (Tujuan Pembelajaran Khusus)

Secara umum naskah dalam perencanaan program media dapat di artikan sebagai pedoman tertulis yang berisi informasi dalam bentuk visual, grafis dan audio sebagai acuan dalam pembuatan media tertentu sesuai dengan tujuan dan kompetensi tertentu. Secara sederhana naskah juga dapat berupa gambaran umum media atau juga otline media yang akan dibuat. Naskah perlu di buat karena media pembelajaran yang mengandung isi materi dan tujuan yang di harapkan tercapai, melalui naskah inilah tujuan dan meteri tersebut dapat teracapai, melalui naskah inilah tujuan dan meteri tersebut di tuangkan dengan kemasan sesuai dengan jenis media, sehingga media yang di buat benar-benar akan memiliki kesesuaian dengan tujuan.

Fungsi naskah adalah pedoman bagi pengguna dan terutama pembuat media. Dilihat dari formatnya naskah memiliki bermacam-macam jenis, tapi jenis memiliki bentuk yang berbeda. Namun, dilihat dari pungsinya sama yaitu sebagai penuntun dalam memproduksi media, unsur-unsur audio, texs dan visual yang harus di tampilkan dalam media beserta urutannya dalam naskah.

Cara membuat naskah :

Tahapan pertama adalah berawal dari adanya ide dan gagasan yang disesuaikan dengan tujuan pembelaran. Selanjutnya pengumpulan data informasi, penulisan sinofsis, penulisan naskah, pengkajian naskah atau reviu naskah, refisi naskah sampai naskah siap untuk di produksi

Tahap kedua dalam pengembangan naskah adalah mengumpulkan data dan informasi untuk membuat, melengkapi dan memperkaya naskah tersebut. Mengumpulkan bahan ini dapat di lakukan dengan cara pengkaji literatur, melakukan survey sederhana atau juga terlebih dahulu dilakukan penelitian secara mendalam.

Tahap ketiga adalah membuat sinovsis dan treatment. Sinopsis secara singkat dapat di artikan sebagai ringkasan program atau ringkasan cerita. Sinopsis ini di perlukan untuk memberikan gambaran secara ringkas dan padat tentang tema atau pokok materi yang akan di garap. Tujuan utamanya adalah mempermudah pemesan menangkap konsepnya, mempertimbangkan persetujuannya. Dalam istilah yang lebih sederhana sinovsis dapat diartikan sebagai ringkasan cerita. Konsep sinopsis juga sering digunakan untuk kegiatan seni yang lain misalnya dongeng, cerita bersambung, komic, dsb.

Pada dasarnya konsep sinopsis untuk film atau vidio hampir sama dengan istilah sinopsis untuk yang lainnya. Dalam penulisannya, tidak diuraikan dengan kalimat yang panjang tetapi cukup beberapa kalimat saja.

Sedangkan treatment merupakan pengembangan dari sinopsis. Sinopsis dan treatment khususnya di buat untuk media sound slide, film, video, program media audio. Setiap media sebaiknya memiliki sinopsis, namun untuk treatment tidak perlu semua media, terbatas pada media yang membutuhkan gambaran alur cerita atau plot program dari awal hingga akhir penayangan. Agak berbeda dengan sinopsis, treatment mecoba memberikan uraian ringkas secara deskriftif tentang bagaimana suatu episode cerita atau rangkayan pristiwa pembelajaran nantinya akan di garap.

Jenis naskah media :

a. Naskah media audio, adalah media yang menyajikan informasi dalam bentuk audio atau suara dan untuk menerima informasi tersebut menggunakan indera pendengaran.

b. Naskah media video, adalah media yang menyajikan informasi dalam bentuk suara dan visual.

c. Naskah media grafis, adalah media yang dihasilkan dengan cara dicetak melalui teknik manual atau dibuat dengan cara menggambar atau melukis.

12. Tuliskan format penyajian informasi dalam media audio?

Jawab :

Media Audio adalah media yang penyampaian pesannya hanya dapat diterima oleh indra pendengaran. Pesan atau informasi akan disampaikan dan drtuangkan ke dalam lambing-lambang audrtifyang berupa kata-kata, musik dan sound effect. . Jenis media audio ini diantaranya adalah :

1. Media Radio

Adalah media audio yang penyampaian pesannya dilakukan melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari suatu pemancar.

2. Media Alat Perekam Pita Magnetik

Adalah media yang menyajikan pesannya melalui proses perekaman kaset audio

Format penyajian media Audio

Persiapan

* meneliti kelengkapan media audio interaktif, petunjuk pemanfaatan, lembar kerja siswa dan lembar tes yang diterima

* menyusun jadwal pemanfaatan media audio yang terpadu dalam pembelajaran

* memeriksa peralatan penyaji, bahan belajar, dan sarana penunjangnya

* mempelajari jukfat untuk topik yang akan disampaikan

* mempelajari isi program

* mengatur ruangan, tempat duduk siswa, dan peralatan penyaji

* meminta siswa untuk menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan

* membagi lembar kerja siswa sebelum siswa mendengarkan media audio

* Menjelaskan tujuan yang akan dicapai, topik yang akan dipelajari, dan kegiatan yang akan dilakukan di kelas

Pelaksanaan

* Guru berdiri di dekat peralatan pemanfaatan media dan tidak berjalan kesana kemari yang dapat mengganggu perhatian siswa yang sedang tercurah pada media audio

* Memutar CD audio dan mengatur volumenya

* Memperhatikan aktifitas siswa dan mengelola kelas sesuai rancangan pembelajaran yang telah ditentukan

* Bila perlu, hentikan CD audio dan beri kempatan siswa untuk bertanya

* Hentikan media audio dan beri kesempatan siswa mengerjakan tugas bila pada media audio terdapat tugas yang harus dikerjakan

* Bila perlu, putar ulang CD audio pada bagian yang kurang jelas bagi siswa

* Pusatkan kembali perhatian siswa, bila ditengah pemutaran media siswa kurang memperhatikan

* Guru sebaiknya tidak terlalu banyak memberi penjelasan yang mengakibatkan konsentrasi siswa terganggu

Tindak Lanjut

* mengajukan pertanyaan tentang materi media audio

* memberikan penguatan, penjelasan tambahan, dan pengayaan terhadap materi yang telah didengarkan

* jika perlu, memutar kembali media audio pada bagian-bagian tertentu

* membimbing siswa untuk membuat kesimpulan isi program

* memberikan tugas/latihan dan tes sesuai dengan topik

* melakukan praktek bagi topik-topik yang memerlukannya

* jika perlu, siswa diajak mencari referensi tambahan di perpustakaan atau sumber lain

* mengkaitkan media audio yang telah didengar dengan topik berikutnya

* memeriksa lembar tes siswa

13. Unsur-unsur apa yang perlu diperhatikan dalam pembuatan naskah yang menggunakan media audio?

Jawab:

Media Audio adalah suatu model pembelajaran yang memanfaatkan media audio sebagai sumber belajar dengan bimbingan guru. Media Audio adalah media yang penyampaian pesannya hanya dapat diterima oleh indra pendengaran. Pesan atau informasi akan disampaikan dan drtuangkan ke dalam lambing-lambang audrtifyang berupa kata-kata, musik dan sound effect.

. Jenis media audio ini diantaranya adalah :

3. Media Radio

Adalah media audio yang penyampaian pesannya dilakukan melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari suatu pemancar.

4. Media Alat Perekam Pita Magnetik

Adalah media yang menyajikan pesannya melalui proses perekaman kaset audio

Media audio pembelajaran interaktif merupakan bahan belajar yang ekonomis, menyenangkan, mudah digunakan, dan dapat dipergunakan hampir untuk semua kegiatan pembelajaran

Pemanfaatan media audio pembelajaran interaktif ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu yang dipadukan ke dalam proses pembelajaran

Jadi unsur yang perlu diperhatikan adalah apakah media tersebut dapat ditangkap oleh indra pendengaran.

14.Apa yang menjadi dasar pertimbangan dalam pemilihan media?

Jawab:

Model pembelajaran yang tertua adalah model pembelajaran yang dilaksanakan secara tatap muka oleh seseorang dengan pengetahuan tertentu kepada orang lain atau sekelompok orang. Model pembelajaran yang demikian ini masih tetap berlangsung dan dapat dijumpai hingga kini. Misalnya: di dunia persilatan atau juga di lingkungan pendidikan agama di mana seorang guru mendidik para peserta didiknya secara langsung bertatap muka. Dalam hal ini, seorang guru dapat saja membelajarkan para peserta didiknya dengan cara menyampaikan pengetahuan secara verbal terlebih dahulu dan kemudian membimbing para peserta didik melakukan praktek. Atau, seorang guru membelajarkan para peserta didiknya secara langsung dalam bentuk praktek. Pengetahuan teoritis dalam bentuk penjelasan diberikan selama atau setelah praktek. Dalam model pembelajaran yang demikian ini, guru merupakan sumber belajar utama dan satu-satunya bagi para peserta didik. Keberadaan guru sangat menentukan bagi kelangsungan kegiatan pembelajaran.


Seiring dengan perkembangan teknologi, maka berbagai model pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas juga mengalami perkembangan. Seorang guru memang masih tetap merupakan salah satu sumber belajar tetapi tidak lagi sebagai satu-satunya sumber belajar bagi para peserta didiknya. Guru menggunakan sumber belajar lain yang disebut sebagai media untuk membelajarkan peserta didiknya. Dalam kaitan ini, ada beberapa model pembelajaran yang dapat diterapkan.

Salah satu model pembelajaran adalah guru tetap berperan sebagai sumber belajar utama tetapi masih ada peran lain yang dapat didelegasikan guru pada media pembelajaran. Hal ini berarti, ada pembagian peran antara guru dan media pembelajaran. Sejauh mana pembagian peran antara guru dan media pembelajaran dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran di kelas sangatlah ditentukan oleh guru. Dimungkinkan saja terjadi bahwa peran media pembelajaran itu sangat kecil, yaitu hanya sebagai pelengkap atau bahkan hanya sebagai “tempelan” di mana media baru digunakan pada saat guru membutuhkannya atau berhalangan hadir mengajar di kelas. Dalam kaitan ini, tidak ada perencanaan tentang pemanfaatan media pembelajaran.

Di sisi lain, media pembelajaran justru sangat berperan atau memainkan peranan yang dominan dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan guru hanya berperan sebagai fasilitator saja dalam kegiatan pembelajaran. Alternatif lainnya adalah adanya pembagian peran yang seimbang antara guru dan media pembelajaran. Dalam keadaan yang demikian ini, pemanfaatan media pembelajaran benar-benar dilakukan secara terencana.

Sebelum memutuskan untuk memanfaatkan media dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas, hendaknya guru melakukan seleksi terhadap media pembelajaran mana yang akan digunakan untuk mendampingi dirinya dalam membelajarkan peserta didiknya. Berikut ini disajikan beberapa tips atau pertimbangan-pertimbangan yang dapat digunakan guru dalam melakukan seleksi terhadap media pembelajaran yang akan digunakan.



1. Menyesuaikan Jenis Media dengan Materi Kurikulum.

Sewaktu akan memilih jenis media yang akan dikembangkan atau diadakan, maka yang perlu diperhatikan adalah jenis materi pelajaran yang mana yang terdapat di dalam kurikulum yang dinilai perlu ditunjang oleh media pembelajaran. Kemudian, dilakukan telaah tentang jenis media apa yang dinilai tepat untuk menyajikan materi pelajaran yang dikehendaki tersebut. Karena salah satu prinsip umum pemilihan/pemanfaatan media adalah bahwa tidak ada satu jenis media yang cocok atau tepat untuk menyajikan semua materi pelajaran.



Sebagai contoh misalnya, pelajaran bahasa Inggris. Untuk kemampuan berbahasa mendengarkan atau menyimak (listening skill), media yang lebih tepat digunakan adalah media kaset audio. Sedangkan untuk kemampuan berbahasa menulis atau tata bahasa, maka media yang lebih tepat digunakan adalah media cetak. Sedangkan untuk mengajarkan kepada peserta didik tentang cara-cara menggunakan organs of speech untuk menuturkan kata atau kalimat (pronunciation), maka media video akan lebih tepat digunakan.

Contoh lain untuk pelajaran Biologi. Untuk mengajarkan bagaimana terjadinya proses peredaran darah atau pencernaan makanan di dalam tubuh manusia, maka media video dinilai lebih tepat untuk menyajikannya. Dengan menggunakan teknik animasi, maka media video dapat memperlihatkan atau memvisualisasikan proses yang tidak dapat dilihat dengan mata materi pelajaran yang berkaitan dengan proses. Melalui visualisasi yang disajikan media video, maka peserta didik akan lebih mudah memahami materi pelajaran tentang proses peredaran darah atau pencernaan makanan di dalam tubuh manusia. Demikian juga halnya dalam menjelaskan profil kehidupan binatang buas, maka media video merupakan jenis media yang lebih tepat untuk menyajikannya.

2. Keterjangkauan dalam Pembiayaan

Dalam pengembangan atau pengadaan media pembelajaran hendaknya juga mempertimbangkan ketersediaan anggaran yang ada. Kalau seandainya guru harus membuat sendiri media pembelajaran, maka hendaknya dipikirkan apakah ada di antara sesama guru yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan media pembelajaran yang dibutuhkan. Kalau tidak ada, maka perlu dijajagi berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan medianya jika harus dikontrakkan kepada orang lain. Namun sebelum dikontrakkan kepada orang lain, satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah media pembelajaran yang dibutuhkan tersebut tidak tersedia di pasaran. Seandaianya tersedia di pasaran, apakah tidak lebih cepat, mudah dan juga murah kalau langsung membelinya daripada mengkontrakkan pembuatannya?

Pilihan lain adalah apabila kebutuhan media pembelajaran itu masih berjangka panjang sehingga masih memungkinkan untuk mengirimkan guru mengikuti pelatihan pembuatan media yang dikehendaki. Dalam kaitan ini, perlu dipertimbangkan mengenai besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengirimkan guru mengikuti pelatihan pengembangan media pembelajaran yang dikehendaki. Selain itu, perlu juga dipikirkan apakah guru yang akan dikirimkan mengikuti pelatihan tersebut masih mempunyai waktu memadai untuk mengembangkan media pembelajaran yang dibutuhkan sekolah. Apakah fasilitas pemanfaatannya sudah tersedia di sekolah? Kalau belum, berapa biaya pengadaan peralatannya dalam jumlah minimal misalnya.

3. Ketersediaan Perangkat Keras untuk Pemanfaatan Media Pembelajaran

Tidak ada gunanya merancang dan mengembangkan media secanggih apapun kalau tidak didukung oleh ketersediaan peralatan pemanfaatannya di kelas. Apa artinya tersedia media pembelajaran online apabila di sekolah tidak tersedia perangkat komputer dan fasilitas koneksi ke internet yang juga didukung oleh Local Area Network (LAN).

Sebaliknya, pemilihan media pembelajaran sederhana (seperti misalnya: media kaset audio) untuk dirancang dan dikembangkan akan sangat bermanfaat karena peralatan/fasilitas pemanfaatannya tersedia di sekolah atau mudah diperoleh di masyarakat. Selain itu, sumber energi yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan pemanfaatan media sederhana juga cukup mudah yaitu hanya dengan menggunakan baterai kering. Dari segi ekspertis atau keahlian/keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan media sederhana seperti media kaset audio atau transparansi misalnya tidaklah terlalu sulit untuk mendapatkannya. Tidaklah juga terlalu sulit untuk mempelajari cara-cara perancangan dan pengembangan media sederhana.

4. Ketersediaan Media Pembelajaran di Pasaran.

Karena promosi dan peragaan yang sangat mengagumkan/ mempesona atau menjanjikan misalnya, sekolah langsung tertarik untuk membeli media pembelajaran yang ditawarkan. Namun sebelum membeli media pembelajarannya (program), sekolah harus terlebih dahulu membeli perangkat keras untuk pemanfaatannya. Setelah peralatan pemanfaatan media pembelajarannya dibeli ternyata di antara guru tidak ada atau belum tahu bagaimana cara-cara mengoperasikan peralatan pemanfaatan media pembelajaran yang akan diadakan tersebut. Di samping itu, media pembelajarannya (program) sendiri ternyata sulit didapatkan di pasaran sebab harus dipesan terlebih dahulu untuk jangka waktu tertentu.

Kemudian, dapat saja terjadi bahwa media pembelajaran yang telah dipesan dan dipelajari, kandungan materi pelajarannya sedikit sekali yang relevan dengan kebutuhan peserta didik (sangat dangkal). Sebaliknya, dapat juga terjadi bahwa materi yang dikemas di dalam media pembelajaran sangat cocok danmembantu mempermudah siswa memahami materi pelajaran. Namun, yang menjadi masalah adalah bahwa media pembelajaran tersebut sulit didapatkan di pasaran.



5. Kemudahan Memanfaatkan Media Pembelajaran

Aspek lain yang juga tidak kalah pentingnya untuk dipertimbangkan dalam pengembangan atau pengadaan media pembelajaran adalah kemudahan guru atau peserta didik memanfaatkannya. Tidak akan terlalu bermanfaat apabila media pembelajaran yang dikembangkan sendiri atau yang dikontrakkan pembuatannya ternyata tidak mudah dimanfaatkan, baik oleh guru maupun oleh peserta didik. Media yang dikembangkan atau dibeli tersebut hanya akan berfungsi sebagai pajangan saja di sekolah. Atau, dibutuhkan waktu yang memadai untuk melatih guru tertentu sehingga terampil untuk mengoperasikan peralatan pemanfaatan medianya.

15. Sebutkan kriteria pemilihan media?

Jawab:

Terdapat beberapa kriteria dalam pemilihan media, beberapa kriteria umum dalam pemilihan media adalah:

a. Kesesuaian dengan tujuan

Perlu dikaji tujuan pembelajaran apa yang ingin dicapai. Dari kajian tujuan intruksional umum (TIU) atau tujuan intruksional khusus dapat dianalisis media apa yang cocok guna mencapao tujuan tersebut. Selain itu anakisis dapat draeahkan pada taksonomi rujuan dari Bloom,dkk apakah tujuan tersebutbersifat kognitif, apektif atau psikomotorik.

b. kesesuaian dengan materi pembelajaran

Yaitu bahan atau kajian apa yang akan diajarkan padaprogram pembelajaran tersebut. Pertimbangan lainnya dari bahan atau pokok bahasan tersebut sampai sejauh mana kedalaman yang harus dicapai, dengan demikian kita dapat mempertimbangkan media apa yang cocok untuk penyampaian bahan tersebut.

c. Kesesuaian dengan karakteristik siswa

Dalam hal ini media haruslah familiar dengan karakter siswa/guru. Yaitu mengkaji sifat-sifat dan ciri media yang harus digunakan. Hal lainnya karakteristik siswa, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Dengan demikian pemilihan media harus melihat kondisi siswa secara fisik terutama keberfungsian alat indra yang dinilikinya.

d. Kesesuaian dengan teori

Pemilihan media harus berdasarkan teori. Pemilihan media bukan berdasarkan fanatisme guru terhadap suatu media yang dianggap pakung disukai dan paling bagus. Namun berdasarkan atas teori yang diangkat dari penelitian gan riset sehingga telah teruji validitasnya. Pemilihan media bukan pula berdasarkan selingan atau hiburan semata. Melainkan media harus merupakan bagian integrak dari keseluruhan proses penbelajaran, yang fungsinya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.

e. Kesesuaian dengan gaya belajar siswa

Kriteria ini didasarkan pada kondisi psikologis siswa, bahwa siswa belajar dipengaruhi oleh gaya belajar siswa. Siswa yang memiliki tipe visual akan mudah memahami materi jika media yang digunakan adalah media visual.

f. Kesesuaian dengan kondisi lingkungan, fasilitas penduking dan waktu yang tersedia.

Bagaimanapun bagusnya sebuah media apabila tidak didukung oleh fasilitas dan waktu yang tersedia maka kurang efektif.

Sejumlah criteria khusus lainnya dalam memilih media pembelajaran yang dapat dirumuskan dalam saru kata ACTION, yaitu akronim dari Access, cost, rechnology, interactivity, organization, dan novelty.

16. Jelaskan cara detail segala sesuatu tentang bulletin board yang digunakan sebagai media pembelajaran?

Jawab:

Bulletin board

Kemajuan teknologi telekomunikasi dunia telah berkembang
dengan begitu cepat sekali. Ia membolehkan perhubungan dibuat
antara dua tempat di mana-mana saja dalam dunia ini dalam
waktu beberapa saat saja. Waktu dan jarak tidak lagi menjadi
penghalang utama bagi sesiapa sahaja untuk berkomunikasi serta
bertukar-tukar maklumat antara satu dengan lain. Ini telah
memberi impak yang besar kepada persekitaran sosial, ekonomi,
politik dan keselamatan yang menonjolkan keadaan saling
bergantungan antara satu negara dengan negara yang lain. Oleh
yang demikian, kita semua hendaklah peka kepada perkembangan ini
dan mengambil tindakan yang sewajarnya kerana ia akan memberi
kesan yang sangat besar kepada pembangunan dan kemajuan negara.

Teknologi telekomunikasi telah menghasilkan sistem telefon,
faks, televisi, yang bersambung dengan menggunakan dawai
tembaga, gentian optik atau satelit, yang boleh digunakan secara
langsung dan berkesan oleh orang ramai. Kalau dahulu kita
menjalankan kegiatan perniagaan dengan menggunakan kertas, kita
sekarang sedang melalui era menggunakanmedia elektronik untuk
menghantar dokumen perniagaan - apa yang dikenali sebagai EDI.
Buku yang biasanya dicetak atas kertas, sekarang ini boleh
didapati dalam cakera padat atau CDROM. Pengajaran dan pembelajaran yang biasanya terpaksa dijalankan dalam bilik
darjah, sekarang ini boleh dilakukan merentasi dunia. Semua ini
menggambarkan kemajuan teknologi telekomunikasi. Oleh yang
demikian, cara kita bekerja juga perlu diubah supaya sesuai
dengan perkembangan teknologi. Cara kita menguruskan dokumen
pejabat perlu juga ditukar supaya lebih cekap danproduktif.
Undang-undang tertentu yang berkaitan dengan maklumat mungkin
perlu dikaji semula. Ini merupakan beberapa contoh saja. Saya
percaya kita perlu mengkaji semula banyak perkara sekiranya kita
ingin memperolehi hasil yang lebih kompetitif dengan menggunakan
teknologi modern dalam segala kegiatan.

Sebuah papan buletin (pinboard, pin board atau papan di Inggris Bahasa Inggris) adalah tempat di mana orang dapat meninggalkan pesan-pesan umum, misalnya, untuk beriklan hal untuk membeli atau menjual, mengumumkan acara, atau memberikan informasi. Bulletin boards are often made of a material such as cork to facilitate addition and removal of messages or it can be placed on the computer so people can leave and erase messages for other people to read and see. Buletin boards sering dibuat dari bahan seperti pelampung untuk memfasilitasi penambahan dan penghapusan atau pesan dapat ditempatkan pada komputer sehingga orang bisa meninggalkan pesan untuk menghapus dan orang lain untuk membaca dan melihat.

Buletin boards khususnya yang terjadi di perguruan tinggi.. Banyak olahraga puluhan, jika tidak ratusan atau ribuan masyarakat buletin boards, untuk digunakan oleh semua dari iklan ekstrakurikuler kelompok dan toko lokal untuk pemberitahuan resmi. Asrama koridor baik-belikan hallways, lobbies, dan kios freestanding sering telah menahan boards terlampir untuk memfasilitasi Posting pemberitahuan. Pada beberapa universitas, lampposts, bollards, pohon, dan dinding sering menjadi postering mendadak di situs resmi boards tempat yang jarang di nomor.

Bulletin board sering digunakan dalam media pembelajaran, karena sebagai salah satu media untuk menyampaikan informasi kepada khalayak. Sehingga dapat menjadi sebuah proses pembelajaran.

Kamis, 30 Oktober 2008

Desa Nelayan















Desa nelayan

Kelas : XII


Pada umumnya pengertian desa sering dikaitkan dengan sektor pertanian, alasannya asal-muasal desa karena pengenalan cocok tanam.

Secara keilmuan, ahli sosiologi menyatakan bahwa desa merupakan lingkungan di mana warga memiliki hubungan akrab dan bersifat informal. Paul H. Landis yang mewakili pakar sosiologi pedesaan,mengemukakan 3 definisi desa untuk tujuan analisis yang berbeda-beda,yaitu analisis statistik, analisis sosial psikologis, dan analisis ekonomi.

Menurut Roucek dan Warren, untuk memahami masyarakat desa dapat dilihat dari karakteristiknya yaitu:

  1. Besarnya peranan kelompok primer;
  2. Faktor geografis sebagai dasar pembentukan kelompok;
  3. Hubungan bersifat akrab dan langgeng;
  4. Homogen;
  5. Keluarga sebagai unit ekonomi;
  6. Populasi anak dalam proporsi lebih besar.

Menurut Pitirim A. Sorokin dan Carle C. Zimmerman faktor-faktor yang dapat menentukan karakteristik masyarakat desa dan kota adalah:

  1. mata pencaharian;
  2. ukuran komunitas;
  3. tingkat kepadatan penduduk;
  4. lingkungan;
  5. diferensiasi sosial;
  6. stratifikasi sosial;
  7. interaksi sosial;
  8. solidaritas sosial.

Pada kenyataannya karakteristik itu terlalu sukar untuk diterapkan pada masyarakat desa yang nyata, karena seiring dengan semakin meningkatnya mobilitas sosial masyarakat dan berkembangnya jalur transportasi maka yang terjadi adalah semakin tipisnya perbedaan antara desa dan kota

Selain komunitas desa pertanian terdapat pula komunitas desa nelayan. Faktor penentu struktur komunitas desa nelayan adalah pemilikan sarana menangkap ikan (perahu, jaring-jaring, harpun, dan lainnya). Secara umum terdapat dua strata pokok dalam struktur masyarakat desa yaitu juragan dan buruh nelayan. Selain itu terdapat pula strata komando kapal yang posisinya ada di tengah-tengah kedua strata tersebut. Kondisi komunitas desa nelayan ini ternyata lebih miskin dibanding komunitas desa pertanian.


Oebubun jadi desa nelayan terpadu

Kefamenanu, NTT Online-Desa Oebubun, di Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ditetapkan menjadi desa nelayan terpadu oleh Bupati TTU, Drs. Gabriel Manek, M.Si. Pengukuhan sebagai desa nelayan terpadu dalam acara kegiatan sosialisasi dan advokasi Gerakan Masuk Laut (Gemala) di desa tersebut, Senin (26/6) petang. Di desa ini nantinya akan dikembangkan budidaya ikan tambak, rumput laut, tempat wisata dan pusat kerajinan dan cendera mata.

“Jadi mulai hari ini, Desa Oebubun saya tetapkan sebagai desa nelayan terpadu. Desa ini akan menjadi pusat kegiatan budidaya ikan tambak, rumput laut, tempat wisata bahari dan pusat kerajinan dan cendera mata dan sebagainya,” jelas Bupati Manek di hadapan warga yang mengikuti sosialisasi Gemala.

Bupati Manek mengatakan, sekarang pemerintah sedang berupaya memikirkan cara yang tepat untuk mengeksploitasi laut yang sangat kaya bagi pengembangan ekonomi rakyat. Di darat, lahan makin sempit, kesuburan tanah makin berkurang serta luas hutan makin sempit dan kritis, dan hasil garapan tidak banyak.

Sementara Wagub NTT, Drs. Frans Lebu Raya, menegaskan, Pemerintah NTT mendukung penetapan Desa Oebubun menjadi desa nelayan terpadu. “Dengan penetapan ini, semua aktivitas terkait eksploitasi hasil laut menjadi lebih terkoordinir dan mendapat perhatian dari eksekutif maupun Dewan. Ini salah satu bentuk dan cara yang sangat bagus dalam rangka gerakan masuk laut,” jelasnya.
Wini kota satelit
Ketua Pokja Sarana dan Prasarana Gemala NTT, Ir. Piet Djami Rebo, M.Si, ketika dimintai komentarnya mengatakan, pihaknya sangat mendukung penetapan Oebubun sebagai desa nelayan terpadu bagi pengembangan program Wini sebagai Kota Satelit untuk masa mendatang. “Saya sebagai Ketua Pokja Sarana dan Prasarana Gemala NTT sudah memrogramkan pengembangan pesisir Pantai Wini dan sekitarnya. Sekarang saja kami sudah mulai dengan pengembangan Irigasi Mena di Pantai Utara, dalam rangka mendukung pengembangan program Winisebagai Kota Satelit.

Termasuk ruas jalan internasional dari Atapupu hingga Wini sudah pemerintah bangun. Tahun ini, jalan tembus dari Wini ke Maubesi dibangun. Ke depan, pemerintah akan menata ruang dan membangun pemukiman yang lebih baik di Wini,” jelas Djami Rebo.

Sementara beberapa warga yang dimintai komentarnya tentang program Gemala mengatakan sangat mendukung program itu karena membantu warga meningkatkan pendapatan ekonominya. “Tapi saya minta bantuan ketinting dan perahu yang diberikan pemerintah. Akan lebih bagus kalau didampingi penyuluh. Bagaimana kami melaut dengan baik dan merawat perahu serta alat tangkap lainnya, kalau penyuluh tidak ada dan tidak pernah turun ke pantai?” keluh Bonefasius Bone, nelayan dari Desa Oepuah.

Basilius Nailiu, minta pemerintah serius dengan sosialisasi Gemala kepada warga di pantai utara TTU. “Selama ini saya menjadi nelayan di Flores Timur dan dipercayakan sebagai Wakil Sekretaris Himpunan Nelayan Flotim. Saya ingin pulang ke Timor dan bekerja bersama saudara saya dalam mengesploitasi laut. Tapi saya minta pemerintah serius. Bantulah nelayan dengan rumpon dan kapal serta alat tangkap lainnya. Bisa juga dengan memberikan modal usaha,” tukas Nailiu, yang diundang khusus Wagub NTT ke Wini. (PK)





Limbah








LIMBAH

Kelas : IX

BAB : X

Lingkungan Hidup

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Karakteristik limbah:

  1. Berukuran mikro
  2. Dinamis
  3. Berdampak luas (penyebarannya)
  4. Berdampak jangka panjang (antar generasi)

Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah:

  1. Volume limbah
  2. Kandungan bahan pencemar
  3. Frekuensi pembuangan limbah

Berdasarkan karakteristiknya, limbah industri dapat digolongkan menjadi 4 bagian:

  1. Limbah cair
  2. Limbah padat
  3. Limbah gas dan partikel
  4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:

  1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan
  2. pengolahan menurut karakteristik limbah


Indikasi Pencemaran Air

Indikasi pencemaran air dapat kita ketahui baik secara visual maupun pengujian.

1. Perubahan pH (tingkat keasaman / konsentrasi ion hidrogen) Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan memiliki pH netral dengan kisaran nilai 6.5 – 7.5. Air limbah industri yang belum terolah dan memiliki pH diluar nilai pH netral, akan mengubah pH air sungai dan dapat mengganggukehidupan organisme didalamnya. Hal ini akan semakin parahjika daya dukung lingkungan rendah serta debit air sungai rendah. Limbah dengan pH asam / rendah bersifat korosif terhadap logam.

2. Perubahan warna, bau dan rasa Air normak dan air bersih tidak akan berwarna, sehingga tampak bening / jernih. Bila kondisi air warnanya berubah maka hal tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa air telah tercemar. Timbulnya bau pada air lingkungan merupakan indikasi kuat bahwa air telah tercemar. Air yang bau dapat berasal darilimba industri atau dari hasil degradasioleh mikroba. Mikroba yang hidup dalam air akan mengubah organik menjadi bahan yang mudah menguap dan berbau sehingga mengubah rasa.

3. Timbulnya endapan, koloid dan bahan terlarut Endapan, koloid dan bahan terlarut berasal dari adanya limbah industri yang berbentuk padat. Limbah industri yang berbentuk padat, bila tidak larut sempurna akan mengendapdidsar sungai, dan yang larut sebagian akan menjadi koloid dan akan menghalangibahan-bahan organik yang sulit diukur melalui uji BOD karena sulit didegradasi melalui reaksi biokimia, namun dapat diukur menjadi uji COD. Adapun komponen pencemaran air pada umumnya terdiri dari :

  • Bahan buangan padat
  • Bahan buangan organik
  • Bahan buangan anorganik

Limbah beracun

Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya. Bentuk limbah tersebut dapat berupa gas dan debu, cair atau padat. Di antara berbagai jenis limbah ini ada yang bersifat beracun atau berbahaya dan dikenal sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3).

Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain, yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.

Macam Limbah Beracun

  • Limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui reaksi kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan.
  • Limbah mudah terbakar adalah limbah yang bila berdekatan dengan api, percikan api, gesekan atau sumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu lama.
  • Limbah reaktif adalah limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.
  • Limbah beracun adalah limbah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah B3 dapat menimbulkan kematian atau sakit bila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.
  • Limbah yang menyebabkan infeksi adalah limbah laboratorium yang terinfeksi penyakit atau limbah yang mengandung kuman penyakit, seperti bagian tubuh manusia yang diamputasi dan cairan tubuh manusia yang terkena infeksi.
  • Limbah yang bersifat korosif adalah limbah yang menyebabkan iritasi pada kulit atau mengkorosikan baja, yaitu memiliki pH sama atau kurang dari 2,0 untuk limbah yang bersifat asam dan lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.

Teknologi Pengolahan Air Limbah

Tujuan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi 5 (lima) tahap:

  1. Pengolahan Awal (Pretreatment).

Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation.

  1. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)

Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration.

  1. Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)

Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.

  1. Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)

Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation.

  1. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)

Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed, incineration, atau landfill.

Pemilihan Teknologi

Pemilihan proses yang tepat didahului dengan mengelompokkan karakteristik kontaminan dalam air limbah dengan menggunakan indikator parameter yang sudah ditampilkan di tabel di atas. Setelah kontaminan dikarakterisasikan, diadakan pertimbangan secara detail mengenai aspek ekonomi, aspek teknis, keamanan, kehandalan, dan kemudahan peoperasian. Pada akhirnya, teknologi yang dipilih haruslah teknologi yang tepat guna sesuai dengan karakteristik limbah yang akan diolah. Setelah pertimbangan-pertimbangan detail, perlu juga dilakukan studi kelayakan atau bahkan percobaan skala laboratorium yang bertujuan untuk:

  1. Memastikan bahwa teknologi yang dipilih terdiri dari proses-proses yang sesuai dengan karakteristik limbah yang akan diolah.
  2. Mengembangkan dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk menentukan efisiensi pengolahan yang diharapkan.
  3. Menyediakan informasi teknik dan ekonomi yang diperlukan untuk penerapan skala sebenarnya.

Sedimentation. Sebuah primary sedimentation tank di sebuah unit pengolahan limbah domestik. Sedimentation tank merupakan salah satu unit pengolahan limbah yang sangat umum digunakan.

Bottomline, perlu kita semua sadari bahwa limbah tetaplah limbah. Solusi terbaik dari pengolahan limbah pada dasarnya ialah menghilangkan limbah itu sendiri. Produksi bersih (cleaner production) yang bertujuan untuk mencegah, mengurangi, dan menghilangkan terbentuknya limbah langsung pada sumbernya di seluruh bagian-bagian proses dapat dicapai dengan penerapan kebijaksanaan pencegahan, penguasaan teknologi bersih, serta perubahan mendasar pada sikap dan perilaku manajemen. Treatment versus Prevention? Mana yang menurut teman-teman lebih baik?? Saya yakin kita semua tahu jawabannya. Reduce, recyle, and reuse.

Teknologi Pengolahan Air Limbah

Pembuangan air limbah baik yang bersumber dari kegiatan domestik (rumah tangga) maupun industri ke badan air dapat menyebabkan pencemaran lingkungan apabila kualitas air limbah tidak memenuhi baku mutu limbah. Sebagai contoh, mari kita lihat Kota Jakarta. Jakarta merupakan sebuah ibukota yang amat padat sehingga letak septic tank, cubluk (balong), dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air tanah. Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa 285 sampel dari 636 titik sampel sumber air tanah telah tercemar oleh bakteri coli. Secara kimiawi, 75% dari sumber tersebut tidak memenuhi baku mutu air minum yang parameternya dinilai dari unsur nitrat, nitrit, besi, dan mangan.

Trickling Filter
Trickling filter. Sebuah trickling filter bed yang menggunakan plastic media.

Bagaimana dengan air limbah industri? Dalam kegiatan industri, air limbah akan mengandung zat-zat/kontaminan yang dihasilkan dari sisa bahan baku, sisa pelarut atau bahan aditif, produk terbuang atau gagal, pencucian dan pembilasan peralatan, blowdown beberapa peralatan seperti kettle boiler dan sistem air pendingin, serta sanitary wastes. Agar dapat memenuhi baku mutu, industri harus menerapkan prinsip pengendalin limbah secara cermat dan terpadu baik di dalam proses produksi (in-pipe pollution prevention) dan setelah proses produksi (end-pipe pollution prevention). Pengendalian dalam proses produksi bertujuan untuk meminimalkan volume limbah yang ditimbulkan, juga konsentrasi dan toksisitas kontaminannya. Sedangkan pengendalian setelah proses produksi dimaksudkan untuk menurunkan kadar bahan peencemar sehingga pada akhirnya air tersebut memenuhi baku mutu yang sudah ditetapkan.

Parameter Konsentrasi (mg/L)
COD 100 - 300
BOD 50 - 150
Minyak nabati 5 - 10
Minyak mineral 10 - 50
Zat padat tersuspensi (TSS) 200 - 400
pH 6.0 - 9.0
Temperatur 38 - 40 [oC]
Ammonia bebas (NH3) 1.0 - 5.0
Nitrat (NO3-N) 20 - 30
Senyawa aktif biru metilen 5.0 - 10
Sulfida (H2S) 0.05 - 0.1
Fenol 0.5 - 1.0
Sianida (CN) 0.05 - 0.5
Batasan Air Limbah untuk Industri
Kepmen LH No. KEP-51/MENLH/10/1995

Namun walaupun begitu, masalah air limbah tidak sesederhana yang dibayangkan karena pengolahan air limbah memerlukan biaya investasi yang besar dan biaya operasi yang tidak sedikit. Untuk itu, pengolahan air limbah harus dilakukan dengan cermat, dimulai dari perencanaan yang teliti, pelaksanaan pembangunan fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau unit pengolahan limbah (UPL) yang benar, serta pengoperasian yang cermat.

Dalam pengolahan air limbah itu sendiri, terdapat beberapa parameter kualitas yang digunakan. Parameter kualitas air limbah dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu parameter organik, karakteristik fisik, dan kontaminan spesifik. Parameter organik merupakan ukuran jumlah zat organik yang terdapat dalam limbah. Parameter ini terdiri dari total organic carbon (TOC), chemical oxygen demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD), minyak dan lemak (O&G), dan total petrolum hydrocarbons (TPH). Karakteristik fisik dalam air limbah dapat dilihat dari parameter total suspended solids (TSS), pH, temperatur, warna, bau, dan potensial reduksi. Sedangkan kontaminan spesifik dalam air limbah dapat berupa senyawa organik atau inorganik.

Teknologi Pengolahan Air Limbah

Tujuan utama pengolahan air limbah ialah untuk mengurai kandungan bahan pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen, dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat di alam. Pengolahan air limbah tersebut dapat dibagi menjadi 5 (lima) tahap:

  1. Pengolahan Awal (Pretreatment)
    Tahap pengolahan ini melibatkan proses fisik yang bertujuan untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan minyak dalam aliran air limbah. Beberapa proses pengolahan yang berlangsung pada tahap ini ialah screen and grit removal, equalization and storage, serta oil separation.
  2. Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)
    Pada dasarnya, pengolahan tahap pertama ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya ialah pada proses yang berlangsung. Proses yang terjadi pada pengolahan tahap pertama ialah neutralization, chemical addition and coagulation, flotation, sedimentation, dan filtration.
  3. Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)
    Pengolahan tahap kedua dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dari air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. Peralatan pengolahan yang umum digunakan pada pengolahan tahap ini ialah activated sludge, anaerobic lagoon, tricking filter, aerated lagoon, stabilization basin, rotating biological contactor, serta anaerobic contactor and filter.
  4. Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)
    Proses-proses yang terlibat dalam pengolahan air limbah tahap ketiga ialah coagulation and sedimentation, filtration, carbon adsorption, ion exchange, membrane separation, serta thickening gravity or flotation.
  5. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)
    Lumpur yang terbentuk sebagai hasil keempat tahap pengolahan sebelumnya kemudian diolah kembali melalui proses digestion or wet combustion, pressure filtration, vacuum filtration, centrifugation, lagooning or drying bed, incineration, atau landfill.

Pemilihan Teknologi

Pemilihan proses yang tepat didahului dengan mengelompokkan karakteristik kontaminan dalam air limbah dengan menggunakan indikator parameter yang sudah ditampilkan di tabel di atas. Setelah kontaminan dikarakterisasikan, diadakan pertimbangan secara detail mengenai aspek ekonomi, aspek teknis, keamanan, kehandalan, dan kemudahan peoperasian. Pada akhirnya, teknologi yang dipilih haruslah teknologi yang tepat guna sesuai dengan karakteristik limbah yang akan diolah. Setelah pertimbangan-pertimbangan detail, perlu juga dilakukan studi kelayakan atau bahkan percobaan skala laboratorium yang bertujuan untuk:

  1. Memastikan bahwa teknologi yang dipilih terdiri dari proses-proses yang sesuai dengan karakteristik limbah yang akan diolah.
  2. Mengembangkan dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk menentukan efisiensi pengolahan yang diharapkan.
  3. Menyediakan informasi teknik dan ekonomi yang diperlukan untuk penerapan skala sebenarnya.
Sedimentation
Sedimentation. Sebuah primary sedimentation tank di sebuah unit pengolahan limbah domestik. Sedimentation tank merupakan salah satu unit pengolahan limbah yang sangat umum digunakan.

Bottomline, perlu kita semua sadari bahwa limbah tetaplah limbah. Solusi terbaik dari pengolahan limbah pada dasarnya ialah menghilangkan limbah itu sendiri. Produksi bersih (cleaner production) yang bertujuan untuk mencegah, mengurangi, dan menghilangkan terbentuknya limbah langsung pada sumbernya di seluruh bagian-bagian proses dapat dicapai dengan penerapan kebijaksanaan pencegahan, penguasaan teknologi bersih, serta perubahan mendasar pada sikap dan perilaku manajemen. Treatment versus Prevention? Mana yang menurut teman-teman lebih baik?? Saya yakin kita semua tahu jawabannya. Reduce, recyle, and reuse.